Minggu, 23 Januari 2011

Usai Lelayu, Rumah Tertimpa Pohon(Desa Kahuripan)

Rumah warga yang rusak tertimpa pohon akibat angin rebut. (Foto: Gunarwan)
PURWOREJO (KRjogja.com) - Angin ribut terjang Desa Kuripan, Kecamatan Bagelen, Purworwejo, Sabtu (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sebuah rumah warga milik Somopawiro (90) tertimpa pohon tumbang.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam angin ribut tersebut, pasalnya saat kejadian, baik pemilik rumah atau warga lainnya tengah melaksanakan prosesi pemakaman istri Somopawiro yang meninggal kemarin. “Jenazah baru saja dimakamkan dan pelayat barusan bubar,” kata Somopawiro.
Rumah Sumopawiro mengalami kerusakan pada bagian belakang karena tertimpa pohon randu, sengon dan pisang. Sebagian pelayat yang juga warga setempat langsung melakukan kerja bakti menyingkirkan pohon yang menimpa rumah. “Mumpung ada orang, kita minta bantuan,” katanya.
Angin rebut yang melanda wilayah Purworejo ini menurut Kasi Linmas pada Kantor Kesatuan Bangasa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Purworejo Hardoyo, terjadi hampir merata di wilayah Purworejo. Namun belum ada laporan masuk dari berbagai kecamatan tentang korban rumah rusak. “Kalaupun ada mungkin tidak terlalu banyak karena tidak disertai hujan,” katanya menjelaskan.
Hardoyo mengakui, angin rebut ini yang terlihat paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Purworejo, Bagelen dan sekitarnya. “Untuk daerah pegunungan dan pesisir kami belum memantau,” jelasnya. (Nar)

sumber: http//www.krjogja.com

SMK TKM Purworejo Bangun Kelas Baru

Bupati meresmikan Gedung SMK TKM (Foto:Gunarwan)
PURWOREJO (KRjogja.com) - Bupati Purworejo, H Mahzun Zain meresmikan penggunaan gedung dua lantai dan kelas baru Sekolah Menengah Kejuruan Taman Karya Madya (SMK TKM) senilai Rp 493,2 juta.

"Pembangunan ini merupakan tahap ketujuh menggunakan dana iuran dari wali siswa selama dua tahun. Dan dilaksanakan secara swakelola.,” jelas Kepala SMK TKM Puworejo Ki Gandung Ngadino, Minggu (16/1).

Menurut Ngadino gedung baru seluas 129 meter persegi itu terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk ruang instruktur, kamar mandi dan ruang praktik kerja bangku. Sedangkan lantai dua untuk ruang baca, praktik perakitan komputer dan laboratorium bahasa. Peresmian ini sekaligus perayaan HUT SMK TKM ke 42.

"Saat ini kompleks SMK TKM menempati lahan seluas 2.591 meter persegi yang merupakan hak milik yang berasal dari hibah,” katanya.

Ngadiono menambahkan saat ini ada program keahlian teknik instalasi tenaga listrik, teknologi informasi dan komunikasi dengan program keahlian teknik computer dan jaringan, serta teknik mesin.(Nar)

sumber: http//www.krjogja.com
link ke sumber

Kotoran Kambing PE Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Peternak membuat pupuk organik dari kotoran kambing PE Kaligesing. 
Foto: Jarot Sarwosambodo
PURWOREJO (KRjogja.com) - Kotoran kambing Peranakan Etawa (PE) Rumpun Kaligesing belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembuatan pupuk organik. Potensi kotoran kambing yang dihasilkan ternak milik warga Purworejo mencapai puluhan ton setiap hari.
 
Seekor kambing bisa mengeluarkan kotoran hingga sembilan ons setiap hari, sementara di Purworejo ada sedikitnya 60 ribu ekor ternak. Diperkirakan, tidak kurang 50 ton kotoran kambing yang dihasilkan.

Kini, sebagian besar peternak kambing masih menjual kotoran tersebut apa adanya, atau membuangnya ke kebun sebagai pupuk kandang. "Kebanyakan peternak menggunakan kotoran yang dihasilkan untuk memupuk tanaman keras di kebun milik mereka. Mereka membuang kotoran tersebut tanpa diolah," ujar Sutono, Ketua Gapoktan Anjani Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, kepada KRjogja.com, Senin (17/1).
 
Peternak juga menjual kotoran kambing tersebut dengan harga Rp 5 ribu setiap karung berisi sekitar 30 kilogram. Belum dioptimalkannya pengolahan kotoran kambing secara lantaran sebagian peternak belum mengetahui potensi nilai tambah pengolahan kotoran itu. Peternak masih terfokus membudidayakan dan menjual anakannya lantaran tingginya harga kambing PE Rumpun Kaligesing.

"Jika saja diolah menjadi kompos, nilai jualnya akan lebih tinggi. Kini, pupuk kompos dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 15 ribu setiap lima kilogram," ungkapnya.
 
Gapoktan Anjani kini tengah mencoba mengolah kotoran kambing menjadi kompos. Pengolahan tersebut menggunakan peralatan bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gapoktan mulai membuat pupuk dengan bahan 2,5 ton kotoran kambing.
 
Pengolahan tersebut dilakukan dengan sedikit penggunaan bahan kimia. "Unsur NPK dalam pupuk kompos dibuat dari bahan tanaman klereside, sedangkan SP36 dari hujauan sisa pakan ternak, serta menggunakan bakteri pengurai," imbuhnya.
 
Meski kini belum menghasilkan produk, namun sejumlah calon konsumen berminat ingin memanfaatkan pupuk buatan peternak. "Sudah ada yang minta dikirim pupuk organik hingga beberapa ton, padahal komposnya belum jadi," tuturnya.(R-1)

Sumber: http//www.krjogja.com/
link ke sumber

Rabu, 19 Januari 2011

Komunitas Sepeda Onthel Purworejo Kian Marak

Para anggota komunitas sepeda onthel Purworejo saat menjalankan aktifitasnya.
(Foto: Gunarwan)
PURWOREJO (KRjogja.com) - Komunitas sepeda onthel di Kabupaten Purworejo belakangan semakin marak, terutama penggemar sepeda tua. Bahkan tak jarang anggota komunitas ini berburu sepeda hingga berbagai daerah demi mendapatkan sepeda onthel kuno.

“Mereka yang punya duit, berapapun harganya kalau suka pasti dibeli, sebab untuk mencari di toko sepeda sudah tidak ada,” ujar Ketua Komunitas Sepeda Onthel Indonesia (Kosti) Purworejo Gentong Sumharjono, Rabu (19/1).
 
Komunitas ini menurut Gentong, tidak terbatas usia. Mulai dari pelajar hingga para pensiunan. Mereka lebih mandiri dalam melakukan berbagai kegiatan. “Prinsipnya mereka hanya mencari hiburan sambil olahraga,” tandasnya.
Hiburan bagi para pensiunan, dengan komunitas ini mereka masih bisa berkumpul beramai-ramai. “Asal ada kabar untuk pit-pitan, merek langsung ikut. Tidak pernah ada acara khusus,” jelasnya.

Awalnya lanjut Gentong, komunitas ini berdiri justru di tingkat kabupaten dengan anggota yang terbatas. Namun dalam perkembangannya, justru di masing-masing kecamatan berdiri sendiri-sendiri namun tetap bernaung pada induknya Kosti. “Di masing-masing kecamatan ada namanya sendiri-sendiri. Jika tidak ada kegiatan pada tingkat kabupaten, mereka secara rutin melakukan kegiatan sendiri secara mandiri,” katanya seraya mengaku, anggota komunitas ini sekarang jumlahnya mencapai ribuan orang. (Nar)

sumber: http//www.krjogja.com/
link ke sumber

Senin, 17 Januari 2011

DESA WISATA KETANGI SEBAGAI PUSAT TEMBAKAU PURWOREJO

Desa Ketangi merupakan kawasan pertanian yang terdiri dari lahan tanah basah dan lahan tanah kering. Untuk lahan tanah basah(sawah) dalam setahun bisa menghasiulkan panenan padi 2x. Lain dengan lahan kering gan..dilahan kering bisa menghasilkan panenan palawija terus menerus(klo gk kbanjiran sih...). Pkoe udarane dijamin suegeerrr deh(asal jgn deket@kndang sapi/ayam aje). Nah menyinggung kandang sapi/ayam jadi inget ama peternakan yang ada didesa Ketangi nih...emmm untuk peternakan di desa Ketangi sudah tergolong merata(ayam)..tapi untuk sapi mulai eksis sekitar tahun 2007(simmetal/limousine) dengan perintis awal yt Bp.Saliman...trus diikuti nyang bikin situs ini(saya)..Hingga sekarang jumlah peternak sapi sudah mencapai puluhan peternak. Peternakan yang lain yt kambing, keong..eh salah keong gk di ternak dink..ntu kn musuh petani@@@. Nah sekarang kita tiba di inti pertanian dari desa ketangi yt TEMBAKAU(tobacco)...

Pertama kali anda berkunjung ke Desa Wisata Ketangi(cieee...) mungkin anda akan terkesima melihat bangku panjang, pisau golok(gobang), anyaman bambu(widig)...buat apaan..buat jagal ayam trus dijemurin kali yah,?
Salah gan..smua ntu peralatan tradisional petani untuk mengolah tembakau, mulai dari perajangan sampe pengeringan..
Trus klo ud kering diapain??
Ya dijual..harganya??? harganya= saat panen berkisar antara(call 085729043806) sampai (call 085729043806), klo pas bukan musim panen bisa sampai 100rb/kg gan..

Ada yang mw invest di Desa Ketangi silakan..mw menikmati hunian sejuk suasana pedesaan jg bisa(harga tanah masih relatif murah#tapi tahun depan naik)..dijamin bebas polusi n polisi gan(asal patuh pada peraturan Desa)..Keramah-tamahan dan kegotong-royongan akan anda temui disini. 
We offers all of  views this blog to visits here..

posting  oleh: Yoyox, RW3 Ketangi