Senin, 19 Desember 2011

INFORMASI LOWONGAN CPNS PURWOREJO 2011

Tahun 2011 para pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kabupaten 
Purworejo yang biasanya membanjir dipastikan sepi. 
Pasalnya Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten 
Purworejo sendiri lebih memilih patuh dengan peraturan pusat, 
kendati beberapa Kabupatan/Kota lain tetap mengajukan formasi 
dan kuota CPNS 2011 entah karena desakan SKPD atau memberi peluang
ratusan sarjana yang menganggur.Di Purworejo, sikap tegas itu bahkan
sudah dipastkan dengan pernyataan kuota penerimaan 
CPNS tahun 2011 tidak ada alias kosong.Kepala BKD Kabupaten Purworejo,
Sukmo Widi Harwanto SH MM, saat dikonfirmasi 
Radar Jogja mengungkapkan, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) 
telah mengeluarkan rumus dalam menentukan 
jumlah kebutuhan Pegawai Negeri Sipil  (PNS) di Daerah.
Yakni Menpan No 26 Tahun 2011 Tentang Pedoman Penghitungan 
Jumlah Kebutuhan Pegawai Negeri Sipil Daerah sudah dirumuskan. 
Mengacu dengan itu tahun tidak ada penerimaan CPNS di Purworejo,
melainkan hanya melakukan penataan pegawai yang sudah ada,ucapnya,
Senin (25/7) kemarin.Dikatakan, pihaknya sedianya 
sudah cukup banyak menerima permohonan penambahan tenaga yang dikirim 
baik secara lisan atau tertulis dari Satuan Kerja 
Perangkat Daerah (SKPD). Namun menyesuaikan dengan Petunjuk Pelaksanaan 
(Juklak) dan Petunjuk Teknis (Juklis) Menpan tahun 2011
tidak ada penerimaan CPNS.Kebutuhan riilnya akan segera dihitung oleh tim 
di tingkat Kabupaten yang tengah dibentuk. 
Ya! saya pastikan peneimaaan CPNS 2011 Kabupaten Purworejo tidak ada,
tegas mantan Sekretaris KPUD Kabupaten Purworejo itu.
Berdasarkan data BKD, jumlah PNS di Kabupaten Purworejo terhitung hingga 
bulan Juli 2011 totalnya 11.985 pegawai. Jumlah 
tersebut 7.435 diantaranya adalah tenaga pendidikan. 
Dari total 7.435 tenaga pendidik itu, 6.677 bekerja sebagai 
fungsionalis guru. Jadi lebih dari 50 % PNS di Purworejo ini adalah guru, 
mengacu pada peraturan baru masa pensiun guru kini
kembali menjadi 60 tahun bukan 56 tahun,imbuhnya. Lebih lanjut dijelaskan, 
jumlah pegawai yang memasuki masa pensiun 
tahun 2011 hingga bulan Juli ada 425 pegawai. Pegawai yang sudah memasuki 
masa pensiun mulai banyak sejak tahun 2011 ini,
kedepan jumlah pegawai yang pensiun rata-rata mencapai 450 -500 setiap tahunnya
bebernya.Selain itu, sebanyak 469 Desa yang tersebar di 16 Kecamatan di 
Purworejo juga membutuhkan sekretaris desa yang PNS. “Dari total 469 Desa
itu 324 desa sekdesnya sudah diangkat menjadi PNS, sementara sisanya menunggu 
keputusan pusat, tapi yang jelas untuk penerimaan CPNS
jalur umum tahun ini tidak ada,” katanya. Pada bagian lain Sukmo menjelaskan,
untur rekrutmen Sekretaris Daerah (Sekda) Bupati Purworejo Drs H Mahsun Zain MAg 
telah mengusulkan tiga nama kepada Gubernur.Tiga kandidat itu yakni Drs Tri Handoyo 
(Asisten II Setda Purworejo yang juga kini menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt)
Sekda,red), Drs H Pram Prasetya Achmad MM (inspektorat) dan Ir Jumali (Staf Ahli).
Ketiga kandidat itu akan memaparkan Rancangan Strategis (Rancas) di depan 
Baperjakat Profinsi selambat-lambatnya Agustus mendatang. Mengingat posisi 
pelaksana tugas itu maksimal hanya satu tahun, maka tahun ini posisi Sekda harus 
sudah terisi,tandasnya. (tom)-radarjogja

SMK NEGERI 1 PURWOREJO

 
SEJARAH SINGKAT

SMK Negeri 1 Purworejo adalah salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kabupaten Purworejo yang melaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Teknik. Proses yang cukup panjang telah dialami oleh Sekolah iini untuk menjadi seperti sekarang ini.

Berawal dari semangat dan cita-cita luhur beberapa putera daerah Kabupaten Purworejo, pada tahun 1963 mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan yang bernaung di bawah Yayasan Sekolah Perkapalan Semarang dan diberi Nama STM Perkapalan Purworejo di Jalan Raya Kutoarjo – Purworejo km 2,5 tepatnya di Desa Kledung Karang Dalem Kecamatan Banyuurip Kabupaten Purworejo.

Pada bulan Juni 1966 Sekolah ini meningkat menjadi Kelas jauh dari STM Negeri II Semarang untuk Jurusan Mesin Kapal dan kelas jauh dari STM Negeri IV Semarang untuk Jurusan Dermaga Samudera.

Pada tahun 1967 Sekolah ini ditetapkan menjadi STM Negeri Purworejo melalui SK Menteri P dan K Nomor : 389/Kep.Dit.pt/86/67 tertanggal 16 Oktober 1967 dan membuka jurusan Mesin untuk menggantikan jurusan Mesin Kapal.

Sesuai dengan kebutuhan daerah saat itu dengan SK Menteri P dan K No. D. 302/Set-DDT/69 tertanggal 27 Desember 1969 Jurusan Dermaga Samudera diganti dengan Jurusan Bangunan Air dan Bangunan Gedung ditambah Jurusan Baru yakni Jurusan Listrik. Dengan demikian SMK Negeri 1 Purworejo atau STM Negeri Purworejo dinyatakan berdiri sendiri sebagai Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di Kabupaten Purworejo sejak tanggal 16 Oktober 1967 dan Kepala Sekolah pertama yang memimpin STM Negeri Purworejo adalah Alm. R. Ma’oen Setjonolo sampai dengan tahun 1971.

Tahun Pembelajaran 1971 sampai dengan 1976 terus dilakukan penyempurnaan-penyempurnaan pelayanan pendidikan dibawah kepemimpinan Alm. Drs. Hadi Wijono. Tahun 1976 sampai dengan tahun 1988 dibawah kepemimpinan alm. R. Wachjudi, BE terjadi penggolongan Rumpun yakni Rumpun Bangunan dengan Program Studi Bangunan Gedung, Rumpun Listrik dengan Jurusan Listrik Instalasi dan Rumpun Mesin dengan Program Studi Mekanik Umum ( SK Nomor 108/C4/Kep/I.86 tertanggal 4 Desember 1986). Bantuan pemerintah untuk dunia pendidikan kejuruan terus berlanjut pada masa kepemimpinan R. Wachjudi, BE. Rintisan untuk memperluas area Sekolah dengan Sarana dan Prasarana yang lebih representatif dikabulkan dengan dibangunnya Sekolah di lokasi yang baru di Desa Kledung Kradenan Kec. Banyuurip Purworejo tepatnya Jl. Tentara Pelajar Kotak Pos 127 Purworejo atau jalan utama Purworejo – Kutoarjo Km. 3. Letaknya sangat strategis ; 300 M barat laut dari SMK N1 Purworejo berdiri Gedung Olah Raga dan Stadion WR Supratman, tepat disebelah utara berdiri Gedung / Sanggar Pramuka, 500 M disebelah barat adalah Terminal Bus – Purworejo. Jalan utama Purworejo – Kutoarjo dilayani transportasi angkutan kota yang memudahkan masyarakat datang atau berkunjung ke SMK Negeri 1 Purworejo untuk memanfaatkan pelayanan Pendidikan dan Pelatihan Kejuruan Teknik.

SMK Negeri 1 Purworejo adalah lembaga pendidikan yang terbuka bagi masyarakat luas. Tahun 1988 sampai dengan 1994 STM Negeri Purworejo dipimpin oleh R. Moch. Saleh, BE. Pada masa ini Sekolah pindah ke lokasi baru tersebut. Program Studi bertambah yakni Program Studi Teknik Pekerjaan Logam yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Teknik Las dan Teknik Bangunan Air.

Tahun 1994 sampai dengan 1996 STM Negeri Purworejo dipimpin oleh Drs. Suharyanto, dan karena prestasinya dalam memimpin beliau dimutasi ke STM Pembangunan Textil Pekalongan walaupun baru 2 tahun mengabdikan dirinya di STM Purworejo.

Tahun 1994 sampai dengan tahun 2004 Drs. Sigit Pramuko R tampil memimpin STM Negeri Purworejo yang dengan adanya kebijakan pemerintah STM Negeri Purworejo berganti nama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Purworejo ( SMK Negeri 1 Purworejo ). Pada bulan September 2004 serah terima kepemimpinan dilakukan dari Drs. Sigit Pramuko R kepada Drs. Hanafie. Sedangkan pada 10 September 2007 SMK Negeri 1 Purworejo dipimpin oleh Bapak H. Hery Maryanto, M.Pd

SUMBER:SITUS WEB SMKN1 PURWOREJO

Minggu, 23 Januari 2011

Usai Lelayu, Rumah Tertimpa Pohon(Desa Kahuripan)

Rumah warga yang rusak tertimpa pohon akibat angin rebut. (Foto: Gunarwan)
PURWOREJO (KRjogja.com) - Angin ribut terjang Desa Kuripan, Kecamatan Bagelen, Purworwejo, Sabtu (15/1) sekitar pukul 14.00 WIB. Akibat kejadian tersebut, sebuah rumah warga milik Somopawiro (90) tertimpa pohon tumbang.
Beruntung, tak ada korban jiwa dalam angin ribut tersebut, pasalnya saat kejadian, baik pemilik rumah atau warga lainnya tengah melaksanakan prosesi pemakaman istri Somopawiro yang meninggal kemarin. “Jenazah baru saja dimakamkan dan pelayat barusan bubar,” kata Somopawiro.
Rumah Sumopawiro mengalami kerusakan pada bagian belakang karena tertimpa pohon randu, sengon dan pisang. Sebagian pelayat yang juga warga setempat langsung melakukan kerja bakti menyingkirkan pohon yang menimpa rumah. “Mumpung ada orang, kita minta bantuan,” katanya.
Angin rebut yang melanda wilayah Purworejo ini menurut Kasi Linmas pada Kantor Kesatuan Bangasa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Purworejo Hardoyo, terjadi hampir merata di wilayah Purworejo. Namun belum ada laporan masuk dari berbagai kecamatan tentang korban rumah rusak. “Kalaupun ada mungkin tidak terlalu banyak karena tidak disertai hujan,” katanya menjelaskan.
Hardoyo mengakui, angin rebut ini yang terlihat paling parah terjadi di wilayah Kecamatan Purworejo, Bagelen dan sekitarnya. “Untuk daerah pegunungan dan pesisir kami belum memantau,” jelasnya. (Nar)

sumber: http//www.krjogja.com

SMK TKM Purworejo Bangun Kelas Baru

Bupati meresmikan Gedung SMK TKM (Foto:Gunarwan)
PURWOREJO (KRjogja.com) - Bupati Purworejo, H Mahzun Zain meresmikan penggunaan gedung dua lantai dan kelas baru Sekolah Menengah Kejuruan Taman Karya Madya (SMK TKM) senilai Rp 493,2 juta.

"Pembangunan ini merupakan tahap ketujuh menggunakan dana iuran dari wali siswa selama dua tahun. Dan dilaksanakan secara swakelola.,” jelas Kepala SMK TKM Puworejo Ki Gandung Ngadino, Minggu (16/1).

Menurut Ngadino gedung baru seluas 129 meter persegi itu terdiri dari dua lantai. Lantai pertama untuk ruang instruktur, kamar mandi dan ruang praktik kerja bangku. Sedangkan lantai dua untuk ruang baca, praktik perakitan komputer dan laboratorium bahasa. Peresmian ini sekaligus perayaan HUT SMK TKM ke 42.

"Saat ini kompleks SMK TKM menempati lahan seluas 2.591 meter persegi yang merupakan hak milik yang berasal dari hibah,” katanya.

Ngadiono menambahkan saat ini ada program keahlian teknik instalasi tenaga listrik, teknologi informasi dan komunikasi dengan program keahlian teknik computer dan jaringan, serta teknik mesin.(Nar)

sumber: http//www.krjogja.com
link ke sumber

Kotoran Kambing PE Belum Dimanfaatkan Secara Optimal

Peternak membuat pupuk organik dari kotoran kambing PE Kaligesing. 
Foto: Jarot Sarwosambodo
PURWOREJO (KRjogja.com) - Kotoran kambing Peranakan Etawa (PE) Rumpun Kaligesing belum dimanfaatkan secara optimal untuk pembuatan pupuk organik. Potensi kotoran kambing yang dihasilkan ternak milik warga Purworejo mencapai puluhan ton setiap hari.
 
Seekor kambing bisa mengeluarkan kotoran hingga sembilan ons setiap hari, sementara di Purworejo ada sedikitnya 60 ribu ekor ternak. Diperkirakan, tidak kurang 50 ton kotoran kambing yang dihasilkan.

Kini, sebagian besar peternak kambing masih menjual kotoran tersebut apa adanya, atau membuangnya ke kebun sebagai pupuk kandang. "Kebanyakan peternak menggunakan kotoran yang dihasilkan untuk memupuk tanaman keras di kebun milik mereka. Mereka membuang kotoran tersebut tanpa diolah," ujar Sutono, Ketua Gapoktan Anjani Desa Tlogoguwo Kecamatan Kaligesing Kabupaten Purworejo, kepada KRjogja.com, Senin (17/1).
 
Peternak juga menjual kotoran kambing tersebut dengan harga Rp 5 ribu setiap karung berisi sekitar 30 kilogram. Belum dioptimalkannya pengolahan kotoran kambing secara lantaran sebagian peternak belum mengetahui potensi nilai tambah pengolahan kotoran itu. Peternak masih terfokus membudidayakan dan menjual anakannya lantaran tingginya harga kambing PE Rumpun Kaligesing.

"Jika saja diolah menjadi kompos, nilai jualnya akan lebih tinggi. Kini, pupuk kompos dijual di pasaran dengan harga sekitar Rp 15 ribu setiap lima kilogram," ungkapnya.
 
Gapoktan Anjani kini tengah mencoba mengolah kotoran kambing menjadi kompos. Pengolahan tersebut menggunakan peralatan bantuan dari pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Gapoktan mulai membuat pupuk dengan bahan 2,5 ton kotoran kambing.
 
Pengolahan tersebut dilakukan dengan sedikit penggunaan bahan kimia. "Unsur NPK dalam pupuk kompos dibuat dari bahan tanaman klereside, sedangkan SP36 dari hujauan sisa pakan ternak, serta menggunakan bakteri pengurai," imbuhnya.
 
Meski kini belum menghasilkan produk, namun sejumlah calon konsumen berminat ingin memanfaatkan pupuk buatan peternak. "Sudah ada yang minta dikirim pupuk organik hingga beberapa ton, padahal komposnya belum jadi," tuturnya.(R-1)

Sumber: http//www.krjogja.com/
link ke sumber

Rabu, 19 Januari 2011

Komunitas Sepeda Onthel Purworejo Kian Marak

Para anggota komunitas sepeda onthel Purworejo saat menjalankan aktifitasnya.
(Foto: Gunarwan)
PURWOREJO (KRjogja.com) - Komunitas sepeda onthel di Kabupaten Purworejo belakangan semakin marak, terutama penggemar sepeda tua. Bahkan tak jarang anggota komunitas ini berburu sepeda hingga berbagai daerah demi mendapatkan sepeda onthel kuno.

“Mereka yang punya duit, berapapun harganya kalau suka pasti dibeli, sebab untuk mencari di toko sepeda sudah tidak ada,” ujar Ketua Komunitas Sepeda Onthel Indonesia (Kosti) Purworejo Gentong Sumharjono, Rabu (19/1).
 
Komunitas ini menurut Gentong, tidak terbatas usia. Mulai dari pelajar hingga para pensiunan. Mereka lebih mandiri dalam melakukan berbagai kegiatan. “Prinsipnya mereka hanya mencari hiburan sambil olahraga,” tandasnya.
Hiburan bagi para pensiunan, dengan komunitas ini mereka masih bisa berkumpul beramai-ramai. “Asal ada kabar untuk pit-pitan, merek langsung ikut. Tidak pernah ada acara khusus,” jelasnya.

Awalnya lanjut Gentong, komunitas ini berdiri justru di tingkat kabupaten dengan anggota yang terbatas. Namun dalam perkembangannya, justru di masing-masing kecamatan berdiri sendiri-sendiri namun tetap bernaung pada induknya Kosti. “Di masing-masing kecamatan ada namanya sendiri-sendiri. Jika tidak ada kegiatan pada tingkat kabupaten, mereka secara rutin melakukan kegiatan sendiri secara mandiri,” katanya seraya mengaku, anggota komunitas ini sekarang jumlahnya mencapai ribuan orang. (Nar)

sumber: http//www.krjogja.com/
link ke sumber

Senin, 17 Januari 2011

DESA WISATA KETANGI SEBAGAI PUSAT TEMBAKAU PURWOREJO

Desa Ketangi merupakan kawasan pertanian yang terdiri dari lahan tanah basah dan lahan tanah kering. Untuk lahan tanah basah(sawah) dalam setahun bisa menghasiulkan panenan padi 2x. Lain dengan lahan kering gan..dilahan kering bisa menghasilkan panenan palawija terus menerus(klo gk kbanjiran sih...). Pkoe udarane dijamin suegeerrr deh(asal jgn deket@kndang sapi/ayam aje). Nah menyinggung kandang sapi/ayam jadi inget ama peternakan yang ada didesa Ketangi nih...emmm untuk peternakan di desa Ketangi sudah tergolong merata(ayam)..tapi untuk sapi mulai eksis sekitar tahun 2007(simmetal/limousine) dengan perintis awal yt Bp.Saliman...trus diikuti nyang bikin situs ini(saya)..Hingga sekarang jumlah peternak sapi sudah mencapai puluhan peternak. Peternakan yang lain yt kambing, keong..eh salah keong gk di ternak dink..ntu kn musuh petani@@@. Nah sekarang kita tiba di inti pertanian dari desa ketangi yt TEMBAKAU(tobacco)...

Pertama kali anda berkunjung ke Desa Wisata Ketangi(cieee...) mungkin anda akan terkesima melihat bangku panjang, pisau golok(gobang), anyaman bambu(widig)...buat apaan..buat jagal ayam trus dijemurin kali yah,?
Salah gan..smua ntu peralatan tradisional petani untuk mengolah tembakau, mulai dari perajangan sampe pengeringan..
Trus klo ud kering diapain??
Ya dijual..harganya??? harganya= saat panen berkisar antara(call 085729043806) sampai (call 085729043806), klo pas bukan musim panen bisa sampai 100rb/kg gan..

Ada yang mw invest di Desa Ketangi silakan..mw menikmati hunian sejuk suasana pedesaan jg bisa(harga tanah masih relatif murah#tapi tahun depan naik)..dijamin bebas polusi n polisi gan(asal patuh pada peraturan Desa)..Keramah-tamahan dan kegotong-royongan akan anda temui disini. 
We offers all of  views this blog to visits here..

posting  oleh: Yoyox, RW3 Ketangi